:: SELAMAT DATANG - SUGENG RAWUH - WELCOME ::

WEBSITE LKSA DARUL HADLONAH BOYOLALI

Gedung Asrama Anak Asuh Putri

LKSA Darul Hadlonah 2 Boyolali

Gedung Asrama Anak Asuh Putra

LKSA Darul Hadlonah 1 Boyolali

Foto Bersama dalam Acara Penyerahan Sertifikat Akreditasi LKSA

Alhamdulillah LKSA Darul Hadlonah sudah terakreditasi

Kunjungan BALKS ke LKSA Darul Hadlonah 2 Boyolali

Tim Asesor Akreditasi LKSA Darul Hadlonah 2 Boyolali

TEPAK (Temu Penguatan Kapasitas Anak dan Keluarga)

Kegiatan TEPAK LKSA Darul Hadlonah Boyolali

Kegiatan Character Building

Kegiatan Karakter Membangun Karakter di LKSA Darul Hadlonah 1 Boyolali

Indahnya berbagi antar sesama

Makan Bersama Donatur di LKSA Darul Hadlonah Boyolali

Yonif Raider 408/SBH Berbagi

Kegiatan Bakti Sosial Yonif Raider 408/SBH ke LKSA Darul Hadlonah 2 Boyolali

Pelatihan Metodologi Qiroati LKSA Darul Hadlonah Boyolali

Kegiatan Pelatihan Metodologi Qiroati di Asrama Putra LKSA Darul Hadlonah Boyolali

Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Thursday, May 9, 2019

Berkah Bulan Ramadhan dengan Anak Asuh Darul Hadlonah Boyolali

Boyolali, LKSA Darul Hadlonah Boyolali
Berkah Bulan Ramadhan selalu dirasakan ummat Islam yang senantiasa menjaga puasanya dengan istiqomah. Termasuk juga kami Pengurus dan Anak Asuh LKSA Darul Hadlonah. Pada bulan puasa ini, kegiatan santunan dan bakti sosial sering kami terima setiap harinya. Kegiatan tersebut telah menjadi keberkahan dan kebahagiaan tersendiri bagi pengurus dan anak asuh kami.


Di Bulan Ramadhan ini volume pemberian santunan dan bakti sosial meningkat, baik dari donator pribadi, organisasi/komunitas, instansi pendidikan, perusahaan maupun pemerintahan. Dari jadwal puasa ini, anak asuh LKSA Darul Hadlonah hamper tiap hari menerima santunan baik melalui santunan langsung ke anak  di asrama panti maupun diundang pada sebuah acara buka bersama. 

Salah seorang anak asuh kami mengungkapkan rasa kebahagiaannya, uang hasil santunan ia tabung dan rencananya akan digunakan untuk membeli baju baru lebaran nanti. “Saya sangat senang sekali,uang yang saya terima, saya tabung untuk membeli baju baru,” ungkap salah seorang anak asuh.


Alhamdulillah,, berkah bagi anak asuh Darul Hadlonah di Bulan Ramadhan ini. Kami mendo’akan semoga hamba – hamba Allah ini senantiasa diberikan rezeki yang lancar, panjang umurnya, berkah hidupnya,diberikan ketenangan keluarganya dan diberikan ganjaran yang setimpal dari Allah SWT. Tidak lupa kami segenap Pengurus dan Anak Asuh mengucapkan banyak terimakah atas simpati dan empati hamba Allah sekalian terhadap anak asuh kami. Semoga kita semua mendapat keberkahan di bulan yang mulia ini. Amin Ya Rabbal Alamin.

Baca juga :
Mari Perbanyak Amalan di Bulan Ramadhan
Membayar Hutang Puasa Ramadhan sebelum Terlambat
Kegiatan Rutinan Istimaul Qur'an di LKSA Darul Hadlonah Boyolali
Kegiatan Pertemuan LKSA Nahdlatul Ulama (NU) di Semarang
Empat Motivasi Ziarah Kubur Menurut Syekh Nawawi Banten
Kegiatan dalam Rangka Menyongsong Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H
|| Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Darul Hadlonah Boyolali || LKSA || PSAA || Panti Asuhan ||

Tuesday, February 14, 2017

Daftar Panti Asuhan/LKSA/PSAA Darul Hadlonah se-Jawa Tengah

DAFTAR PANTI ASUHAN/LKSA/PSAA
MUSLIMAT NU PROVINSI JAWA TENGAH

Berikut situs www.lksadarulhadlonahboyolali.blogspot.co.id mempersembahkan daftar Panti Asuhan/Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak/Panti Sosial Asuhan Anak DARUL HADLONAH Provinsi Jawa Tengah antara lain :

  1. Panti Asuhan Darul Hadlonah Putri Kota Semarang, dengan alamat Jl. Kemantren Wonosari RT 02 RW 4 Ngaliyan Mangkang Semarang, Telp. 024 8660683.
  2. Panti Asuhan Darul Hadlonah Putra Kota Semarang, dengan alamat Jl. Kemantren Wonosari RT 02 RW 4 Ngaliyan Mangkang Semarang, Telp. 024 8660683.
  3. Panti Asuhan Darul Hadlonah Kab. Semarang, dengan alamat Desa Reksosari Kec. Suruh Kab. Semarang, Telp. 0298 317150.
  4. Panti Asuhan Darul Hadlonah Ungaran Kab. Semarang, dengan alamat Jl. Kepodang RT 13 RW 01 Kuncen Ungaran, Telp. 024 6925317.
  5. Panti Asuhan Darul Hadlonah I Grobogan, dengan alamat Jl. Untung Suropati No. 28 Grobogan, Telp. 0292 422268.
  6. Panti Asuhan Darul Hadlonah II Grobogan, dengan alamat Jl. Untung Suropati No. 28 Grobogan, Telp. 0292 422268.
  7. Panti Asuhan Darul Hadlonah III Grobogan, dengan alamat Jl. Untung Suropati No. 28 Grobogan, Telp. 0292 422268.
  8. Panti Asuhan Darul Hadlonah Kendal, dengan alamat Jl. Soekarno Hatta Jambe Arum Patebon Kendal, Telp. 0294 383215.
  9. Panti Asuhan Darul Hadlonah 1 dan 2 Demak, dengan alamat Jl. Yudhamanggala Bintoro Demak, Telp. 0291 3300975.
  10. Panti Asuhan Darul Hadlonah Wonosobo, dengan alamat Jl. Manggisan No. 7 Karangluhur Kalianget Wonosobo, Telp.-
  11. Panti Asuhan Yatim Muslimat NU II Kab. Magelang, dengan alamat Randucanan Bandongan Magelang, Telp. 0293 311870.
  12. Panti Asuhan Yatim Muslimat NU III Kab. Magelang, dengan alamat Jl. Watucongol-Gunungpring Magelang, Telp.-
  13. Panti Asuhan Darul Hadlonah Putri Temanggung, dengan alamat Jl. Mt Haryono Legoksari Temanggung, Telp. 0293 5510690.
  14. Panti Asuhan Darul Hadlonah Putra Temanggung, dengan alamat Jl. Raya Temanggung Kedu Parakan Temanggung, Telp.-
  15. Panti Asuhan Darul Hadlonah Purwokerto I, dengan alamat Jl. Kauman Lama (Depan Masjid Al Istiqomah) Purwokerto, Telp. 0281 625819.
  16. Panti Asuhan Darul Hadlonah Purwokerto II, dengan alamat Jl. Raya Buntu-Banyumas No. 15 DS. Sidamulya 03/02 Kemranjen Banyumas, Telp.-
  17. Panti Asuhan Darul Hadlonah Kab. Pekalongan, dengan alamat Jl. Peganden Tengah Wonopringgo 416 Pekalongan, Telp. 0285 7855105.
  18. Panti Asuhan Darul Hadlonah Batang, dengan alamat Jl. Remartadinata No. 303 Batang, Telp. 0285 395641.
  19. Panti Asuhan Darul Hadlonah Kab. Tegal, dengan alamat Jl. Raya Kali Kangkung Pangkah Kab. Tegal, Telp. 0283 3447084.
  20. Panti Asuhan Darul Hadlonah Klaten, dengan alamat Batur Ceper Klaten, Telp. 0272 555578.
  21. Panti Asuhan Darul Hadlonah I Boyolali, dengan alamat Gatak RT 02 RW 05 Kiringan Boyolali, Telp. 0276 324156.
  22. Panti Asuhan Darul Hadlonah II Boyolali, dengan alamat Jl. Widuri Gang III  Dawung Pulisen Boyolali, Telp. 0276 324583.
  23. Panti Asuhan Darul Hadlonah Surakarta, dengan alamat Jl. Tejosari 20 RT 06 RW 04 Danukusuman Surakarta, Telp. 0271 655764.
  24. Panti Asuhan Darul Hadlonah Kudus (Putra Putri), dengan alamat Jl. Pramuka No. 24 Kudus (0291) 437093.
  25. Panti Asuhan Darul Hadlonah Rembang, dengan alamat Jl. Kartini Gg. Kulit No. 37 Sawahan Rembang, Telp. 0295 691507.
  26. Panti Asuhan Darul Hadlonah Blora, dengan alamat Jl. Gatot Subroto No. 225 Sukorame Blora, Telp. 0296 532839.
  27. Panti Asuhan Darul Hadlonah Pati, dengan alamat Jl. Ronggokusumo Ngemplak Kidul Margoyoso Pati, Telp.-
  28. Panti Asuhan Darul Hadlonah Cepu, dengan alamat Jl. Randublatung 2B Gg. II/6 Tambakromo Cepu, Telp. 0295 422262.
  29. Panti Asuhan Darul Hadlonah Kab. Brebes, dengan alamat -, Telp.-
  30. Panti Asuhan Darul Hadlonah Purworejo, dengan alamat Jl. Magelang Km. 5 Pungangan 01/01 Loano Purworejo, Telp.-
Daftar yang kami cantumkan mungkin belum sempurna, kami mohon update informasi panti asuhan demi kesesuaian nama, alamat, dan nomor telepon serta info lain yang belum kami cantumkan. Info update informasi dapat dikirim via e-mail kami dengan alamat : padarulhadlonah@gmail.com atau dapat posting komentar di bawah ini. Terima Kasih.

File Daftar Panti Asuhan/PSAA/LKSA dapat diunduh disini.
Apabila kesulitan untuk mendownload, silahkan cek "Cara Download".

Baca juga :
Daftar Panti Asuhan di Boyolali

|| Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Darul Hadlonah Boyolali || LKSA || PSAA || Panti Asuhan ||

Monday, January 9, 2017

Kemensos Gelar Temu Penguatan Anak dan Keluarga (TEPAK)

JAKARTA  - (23/8) Pemerintah melalui Kementerian Sosial RI mendorong peran aktif kedua orangtua dalam pengasuhan anak. Hal tersebut dinilai penting guna keberlangsungan tumbuh kembang dan pendidikan anak.

“Yang sering terlepas saat kita memperbincangkan tentang anak terlantar anak jalanan dan anak tereksploitasi adalah masuknya peran keluarga untuk memberikan pendidikan, pembimbingan dan pengawalan kepada mereka. Maka saya ingin mengajak ayo bapak kembali ke rumah, ayo bapak tanggung jawab kepada anak-anaknya dibangun, dikuatkan dan dimaksimalkan”, katanya usai menghadiri Gebyar Temu Penguatan Anak dan Keluarga (TEPAK) yang diselenggarakan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak bertempat di Gedung Aneka Bakti Kementerian Sosial RI, Jalan Salemba 28, Jakarta Pusat. 

Mensos mengungkapkan ada stigma di masyarakat  dimana bapak di posisikan hanya sebagai pencari nafkah, sementara pengasuhan anak hanya merupakan tanggung jawab ibu. Hal inilah kemudian yang mengakibatkan peran bapak tidak maksimal. Menurutnya, kehadiran seorang bapak di rumah bukan berarti harus selalu hadir secara fisik. Namun bisa dengan membangun komunikasi aktif dengan anak.

"Para orang tua, mari kita bangun penguatan terhadap proses pendidikan, pembinaan, bimbingan, dan pengawalan terhadap anak-anak. Agar kelak tidak ada lagi anak anak terlantar, anak jalanan, anak berhadapan dengan hukum," imbaunya. 

Dikatakan, seorang bapak harus terus menjalin komunikasi dengan anak, misalnya melalui telepon sekedar bertanya apakah sudah makan atau belum, bagaimana kegiatan di sekolah, lalu di akhir pekan bisa jalan-jalan bersama atau melakukan kegiatan bersama anak-anak. Hal tersebut untuk membangun kedekatan emosional antara anak dan bapak.

Sementara itu dalam kegiatan TEPAK berlangsung beragam kegiatan yang pada intinya adalah untuk mendekatkan anak-anak dengan keluarga di antaranya pentas seni anak, penyerahan secara simbolis Akta Kelahiran Anak PKSAB (Program Kesejahteraan Sosial Anak dan Balita), Penghargaab kepada Taman Anak Sejahtera (TAS) mitra PKSAB Terbaik di Indonesia, serta pameran produk

TEPAK kali ini diikuti 700 anak balita mitra PKSAB (Program Kesejahteraan Sosial Anak dan Balita) se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan 100 pendamping Taman Anak Sejahtera serta tujuh lembaga mitra Kementerian Sosial yang menyelenggarakan Usaha Ekonomi Produktif dari lima provinsi yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta.

Untuk memotivasi anak-anak dan para orang tua, Kementerian Sosial RI mengundang desainer tuna rungu, Rafi Abdurrahman Ridwan (14) untuk berbagi cerita dan pengalaman sebagai desainer cilik yang telah mendunia. Saat tampil di panggung, Rafi didampingi kedua orang tuanya.

"Saya ingin kisah Rafi menjadi motivasi bagi para orang tua untuk bersama-sama memberikan dukungan dan pengawalan kepada anak-anak.

Hadirnya kedua orang tua memberikan peran yang luar biasa, meskipun dia ada keterbatasan tetapi dorongan dari kedua orang tua memberikan penguatan kepada dia sehingga di usia 14 tahun menjadi desainer di tingkat dunia," pungkasnya.

*)Tim Publikasi dan Pemberitaan Biro Humas.

Mensos Berharap Tidak Ada Lagi Balita Kurang Gizi

KATINGAN (18 Desember 2016) - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berharap program keluarga harapan (PKH) bisa menurunkan jumlah balita kurang gizi.

"Program keluarga harapan ini dari kehamilan, bayi, balita, sampai SMA. Kenapa dimulai dari kehamilan? Karena Pemerintah ingin generasi Indonesia sehat sejak masih dalam kandungan. Tidak ada lagi gizi buruk," ungkap Khofifah saat penyerahan bantuan sosial PKH di Kabupaten Kantingan, Kalimantan Tengah, Minggu (18/12). Dikatakan Khofifah, gizi buruk saat ini masih jadi persoalan di Indonesia. Mensos mencatat saat ini Indonesia masih menempati posiai kelima di dunia untuk kasus gizi buruk.

 "Dengan dana PKH ini, saya harap ibu-ibu benar-benar memperhatikan gizi anak-anaknya, sehingga tidak ada lagi balita yang kekurangan gizi, begitu juga dengan angka kematian ibu hamil dan bayi bisa ditekan," harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat mengatakan, secara nasional ada tambahan penerima PKH dari sebelumnya 3,5 juta kepala keluarga penerima menjadi 6 juta kepala keluarga. Dengan jumlah pendamping PKH mencapai 25.000 orang.

Di Kalimantan Tengah, kata Harry, Kementerian Sosial menggelontorkan bantuan sosial hingga Rp161,6 miliar. Bantuan sosial tersebut terdiri dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Eks Tim-tim,  Bansos Disabilitas, Bansos Lansia, Beras Sejahtera, Bantuan Kendaraan Siaga Bencana, Bansos Keserasian Sosial, Bansos Sarana Lingkungan, Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA), Bansos KUBE Perkotaan, dan Bansos RS RTLH Perkotaan.

"Khusus PKH, menjangkau 31.405 keluarga di Kalimantan Tengah," imbuhnya. Harry menerangkan, PKH merupakan bantuan sosial yang diberikan pemerintah bagi kepala keluarga miskin yang memiliki sejumlah kriteria. Yakni terdapat ibu hamil dan balita, serta memiliki anak sekolah usia SD, SMP, dan SMA. Besaran bantuan yang diberikan yaitu untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ibu hamil dan balita Rp1,2 juta, siswa SD Rp 450 ribu, SMP Rp 750 ribu, SMA Rp 1 juta. Semua empat kali cair dalam setahun. "Ibu hamil dari keluarga penerima manfaat harus memeriksakan kehamilannya sampai empat kali. Itu wajib," ujar Harry.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos Khofifah juga melepas rombongan lintas batas kesetiakawanan sosial (LBKS) dari Katingan ke Palangka Raya sebagai rangkaian peringatan Hari Kesetikawanan Sosial Nasional (HKSN). Rencananya, Presiden Joko Widodo akan hadir dalam puncak peringatan HKSN 20 Desember mendatang.

(*) Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial RI

Thursday, February 11, 2016

Menumbuhkan dan Memelihara Kreatifitas Anak

Kreativitas adalah sebuah bagian penting dalam proses pendidikan anak. Apalagi pada masa seperti sekarang ini.
Kualitas pendidikan tak diukur dari seberapa banyak materi yang dihafal anak dan kemampuannya mengerjakan soal, tetapi melalui kualitas-kualitas yang lebih substansi seperti kemampuan mengambil keputusan, kreativitas anak, ketrampilan berkarya, moralitas, dan lainnya.
Kreshna Aditya, salah seorang pemrakarsa Bincang Edukasi, membuat slideshow yang menarik tentang kreativitas anak, dari masa ke masa, saat anak usia dini hingga remaja.

Mengutip sebuah penelitian, Kreshna menuliskan bahwa “82% anak usia 5-6 tahun memiliki citra positif akan kemampuan belajarnya. Artinya cuma 18% yang nggak pede. Pada anak usia 16 tahun, angka ini justru berbalik. Proporsi anak yang memiliki citra positif akan kemampuan belajarnya justru turun drastis menjadi hanya 18%.